Sony XM4 di 2026: Rongsokan Tua atau 'Cheat Code' Buat Kaum Mendang-Mending?

Gua lagi megang Sony WH-1000XM4 di tangan gua. Rilis tahun 2020. Sekarang udah tahun 2026. Secara hitungan tahun teknologi, benda ini harusnya udah jadi fosil yang dipajang di museum.

Tapi, pertanyaannya bukan "Apakah ini headphone tua?". Pertanyaannya adalah: "Apakah lu rela bayar 5 juta buat headphone baru yang fiturnya malah lebih dikit dari headphone tua ini?"
Jawabannya: IYA, Sony XM4 masih worth it. Tapi ada syarat dan ketentuan yang berlaku, alias S&K yang bau keringet. Mari kita bedah.
Realita Harga: Dari Sultan Jadi Rakyat Jelata
Dulu pas pertama rilis, benda ini harganya Rp 5 Juta. Itu duit yang banyak buat sekadar dengerin lagu galau. Tapi di 2026, pasar second udah kebanjiran barang ini.

Lu bisa nemu unit second mulus di angka Rp 1,5 juta sampe Rp 2 juta. Kalau hoki dapet stok lama (New Old Stock), paling cuma Rp 3 jutaan.
Harganya turun drastis lebih cepet dari nilai crypto lu, tapi fitur yang lu dapet masih nge-bejek TWS 500 ribuan yang lu bangga-banggain itu.
Kenapa Dia Masih Rajanya? (The Pros)
Ada satu hal yang bikin XM4 menang telak lawan adiknya sendiri (XM5) dan Apple AirPods Max: Dia Bisa DILIPAT.

Serius, fitur "folding" ini udah punah di headphone high-end zaman sekarang. XM4 bisa ditekuk jadi kecil, masuk tas selempang, dan gak makan tempat. Praktis.
Selain itu, ANC (Active Noise Cancelling)-nya masih top tier. Suara mesin pesawat, suara knalpot brong, atau suara omelan bos? Ilang.
Ditambah lagi fitur Multipoint. Konek ke HP dan Laptop barengan. Kerja jadi gampang, gak perlu disconnect-reconnect kayak orang purba.
Sisi Gelap: Sauna dan Kulit Ngelupas

Tapi jangan seneng dulu. Ada alasan kenapa harganya murah.
- Penyakit Kulit (Earpad): Earpad bawaannya itu sampah. Setelah setahun dua tahun, kulit sintetisnya PASTI bakal ngelupas (flaking). Lu bakal nemu serpihan item-item di kuping dan leher lu kayak ketombe hitam. Solusinya? Ganti earpad pihak ketiga.
- Efek Sauna: Kalau lu pake ini buat jalan kaki di Jakarta siang bolong, kuping lu bakal banjir keringet. Sirkulasi udaranya nol. Ini headphone buat di AC, bukan buat di Warteg.
Verdict
Kesimpulannya simpel: Kalau lu mau fitur seharga 5 juta tapi dompet lu cuma sanggup bayar seharga UMR Jogja, Sony XM4 adalah jalan ninjanya. Cuma siap-siap aja ganti busa kuping tiap tahun.
The Pitch Creative adalah media independen yang dibangun khusus buat Gen Z. Kami muak dengan omong kosong PR korporat, algoritma yang bikin b*doh, dan berita titipan. Kami menyajikan realita, sebrutal apa pun itu.


